Dua pria muda bermain sepak bola di bawah matahari. Mereka berteman di luar lapangan dan berbagi ruang ganti di PSG. Di Qatar, dalam turnamen besar ini, mereka berbagi menit bermain dengan adil. Bradley Barcola mencatatkan 268 menit dan Désiré Doué menyusul dengan 245 menit. Kompetisi ini tajam, tetapi tidak ada racun di antara mereka.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pernyataan Désiré Doué setelah kemenangan empat satu atas Norwegia, media selalu mencoba membenturkan mereka sejak di Paris. "Kalian yang selalu menempatkan kami dalam persaingan. Bahkan saat saya tiba di Paris, kalian selalu bicara begitu. Namun kami suka bermain bersama. Ada banyak pertandingan di mana kami dipasangkan dan kami sangat kompak di lapangan, juga berteman baik di luar," kata Doué.
Berdasarkan jalannya turnamen, Didier Deschamps memilih Désiré Doué sebagai starter pada laga pembuka melawan Senegal. Namun, Bradley Barcola yang masuk sebagai pengganti justru berhasil mencetak gol pengunci kemenangan tiga satu. Barcola kemudian mendapat kepercayaan penuh untuk tampil sejak menit awal saat Prancis mengalahkan Swedia tiga kosong dan Paraguay satu kosong.
Pertandingan melawan Paraguay berjalan keras dan buntu. Barcola berulang kali membentur tembok pertahanan lawan yang kokoh. Deschamps kemudian memasukkan Doué. Pemain berusia 21 tahun itu menari di antara bek Paraguay, memprovokasi pelanggaran, dan memenangkan penalti penentu kemenangan. Dia membawa cahaya ke dalam kegelapan pertandingan.
Menurut penuturan Bradley Barcola setelah peluit akhir, masuknya Désiré Doué membawa perubahan besar bagi tim. "Dia membawa teknik yang sangat baik. Berkat dia kami mendapat penalti itu, jadi saya sangat senang dan bangga padanya. Saya tahu saat dia menggantikan saya, dia akan menghidupkan permainan dan memberi energi baru," ujar Barcola dengan jujur.
Kini, sebuah teka-teki besar berada di meja Didier Deschamps sebelum laga krusial menghadapi Maroko. Kedua pemain sayap ini selalu tampil mematikan saat turun dari bangku cadangan, namun kerap terlihat malu-malu ketika dipasang sebagai starter. Deschamps harus memilih satu nama untuk bertarung di sisi lapangan melawan Achraf Hakimi.