Langkah PSG di kompetisi Coupe de France harus terhenti secara mengejutkan pada Senin malam di Stadion Parc des Princes. Tim asuhan Luis Enrique ditumbangkan oleh tetangga mereka, Paris FC, dengan skor tipis 0-1 pada babak 16 besar. Hasil ini menjadi pukulan telak mengingat raksasa Paris tersebut merupakan pemenang delapan dari sebelas edisi terakhir kompetisi ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan statistik pertandingan, PSG mendominasi penuh permainan dengan menguasai 70 persen penguasaan bola dan melepaskan 25 tembakan. Namun, efisiensi yang buruk membuat hanya tujuh tembakan yang mengarah ke gawang. Sebaliknya, Paris FC yang saat ini berada di peringkat 15 Ligue 1 tampil klinis lewat gol tunggal yang dicetak oleh Jonathan Ikoné setelah memanfaatkan umpan Ilan Kebbal pada menit ke-74.
Menurut Luis Enrique, hasil akhir ini merupakan sebuah anomali yang tidak mencerminkan jalannya pertandingan di lapangan. "Kami memainkan pertandingan yang sangat lengkap, kami bermain sangat baik, saya tidak melihat ada masalah dengan pertandingan ini. Namun, kami harus mencetak gol dan kami tidak melakukannya. Ini adalah hasil yang sangat aneh dan tidak adil, tetapi kami harus menerimanya," ujar pelatih asal Spanyol tersebut dalam konferensi pers.
Kekecewaan mendalam juga disuarakan oleh penyerang PSG, Gonçalo Ramos. Mantan pemain Benfica tersebut mengecam taktik mengulur waktu dan permainan negatif yang diperagakan oleh para pemain Paris FC sepanjang laga. "Tim kami memainkan permainan kami sendiri, sementara di pihak lawan, mereka melakukan antijeu (permainan negatif) dan wasit membiarkan mereka melakukannya. Itu adalah antijeu dari awal hingga akhir, sangat tidak menyenangkan melihat hal itu," ungkap Ramos kesal.
Kekalahan ini menjadi catatan sejarah kelam baru bagi PSG, karena untuk pertama kalinya sejak tahun 2014 mereka harus tersingkir di fase awal kompetisi ini. Ketangguhan kiper Paris FC, Obed Nkambadio, yang tampil gemilang di bawah mistar gawang menjadi faktor utama yang menggagalkan sejumlah peluang emas Les Parisiens, termasuk peluang dari Bradley Barcola.